Berita Militer

Perjalanan Korps Marinir AL, Berawal dari KKO dan Sempat Masuk AD

Perjalanan Korps Marinir AL, Berawal dari KKO dan Sempat Masuk AD

Lensa Militer | Perjalanan Korps Marinir AL, Berawal dari KKO dan Sempat Masuk AD, DIlansir dari KOMPAS Proklamasi yang dibacakan Soekarno-Mohammad Hatta menjadi penanda Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Kata “Indonesia merdeka” pun menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Kebutuhan akan militer yang kuat menjadi prioritas. Pembela Tanah Air yang telah dibentuk sejak pendudukan Jepang mulai dilebur menjadi Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian bergerak melucuti senjata Jepang dan melindungi korban setelah perang. Statusmua kemudian meningkat menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ketika masa-masa inilah kesatuan militer Indonesia terbagi dalam beberapa matra, darat, laut dan udara. Dalam matra itu, beberapa kesatuan dan pasukan khusus terbentuk untuk menjalankan misi tertentu.

Korps Marinir Terbentuk

Sebenarnya perjalanan Korps Marinir di Indonesia sudah ada sejak penjajahan. Mereka tergabung dalam Marinir Belanda. Namun, ketika Belanda meninggalkan Indonesia, ada sebagian yang menjadi pelatih Marinir Indonesia. Keberadaan Marinir Indonesia secara khusus terbentuk pada 15 November 1945 di Pangkalan IV ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) Tegal.

Di sinilah dilatih para pelaut Indonesia yang masuk dalam ALRI agar bisa bertempur di darat dalam keadaan darurat. Tugas utama Korps Marinir adalah sebagai pasukan pendarat, pasukan yang menyerang dari laut ke darat. Mereka dibekali beberapa pelatihan militer lintas matra untuk menunjang penugaan khusus. Pada 9 Oktober 1948 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor: A/565/1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam Angkatan Laut sehingga seluruh satuan kelautan tersebut dilebur menjadi Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL).

KKO AL aktif dalam beberapa penumpasan yang dilakukan oleh militer Indonesia. Karena mempunyai kekuatan dalam matra darat, pernah sekali KKO masuk dalam jajaran Angkatan Darat. Menurut Harian Kompas 31 Oktober 1975, KKO AL pernah masuk dalam kesatuan di dalam TNI-AD. Namun, identitasnya masih dipertahankan dengan menjadi resimen tersendiri. Masuknya KKO AL dalam AD untuk reorganisasi Angkatan Bersenjata pada 1948. Resimen ini yang ikut dalam beberapa penumpasan pemberontakan. Beberapa tahun kemudian akhirnya dikembalikan ke dalam jajaran Angkatan Laut. Pada 15 November 1975 KKO AL berubah kembali namanya menjadi Korps Marinir Angkatan Laut.

Mendapatkan Panji Khusus

Upacara Penyerahan Panji K.K.O di Istana Merdeka Tgl. 15-11-1959 (Dok. Kompas) Presiden Soekarno pada 15 November 1959 saat menyerahkan Panji Unggul Jaya kepada KKO ALRI. Saat itu, Soekarno berpidato.

“… Dan kamu daripada Korps Komando Angkatan Laut, telah menyabungkan jiwa ragamu dan beberapa kawan daripadamu, telah gugur di medan pertempuran, tak lain tak bukan, pada hakikatnya ialah untuk membela dan menegakkan sesuatu ide.”

Dilansir dari Harian Kompas 15 November 2017, hanya satuan Korps Marinir yang istimewa memiliki panji (bendera, terutama berbentuk segitiga memanjang) tersendiri. selain itu, panji hanya dimiliki matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Keistimewaan Korps Marinir pada zaman Orde Lama dan Orde Baru adalah mempunyai citra positif di masyarakat. Semasa perjuangan membebaskan Irian Barat, KKO AL membentuk Pasukan Pendarat 45 (Pasrat-45) dengan 8.100 prajurit. Selanjutnya terjadi konfrontasi Ganyang Malaysia dengan Dwi Komando Rakyat (Dwikora), yang menentang pembentukan Malaysia yang disebut Presiden Soekarno sebagai boneka imperialisme Inggris. KKO AL berulang kali menyusup dan menyerang di pedalaman Kalimantan Utara hingga Semenanjung Malaysia. Bahkan, dua prajurit KKO, yakni Usman dan Harun, berhasil melancarkan serangan komando dan meledakkan Gedung Bank MacDonald House di Orchard Road, Singapura, tahun 1965 Marinir kini Saat ini, Indonesia memiliki tiga Pasukan Marinir (Pasmar), yaitu Pasmar 1 di Jakarta, Pasmar 2 di Surabaya, dan Pasmar 3 di Sorong. Ini sesuai dengan restrukturisasi organisasi Korps Marinir dalam rencana strategis 2015-2019. Tujuannya agar gelar pasukan lebih bisa menanggulangi masalah-masalah di berbagai wilayah Indonesia.

Berita Militer
author
Author: 
    Himbauan Kapolri Minta Seluruh Humas Kerjasama dengan Media Konvensional
    Himbauan Kapolri Minta Seluruh Humas Kerjasama dengan Media Konvensional
    Tribratanews – Kapolri Minta Seluruh Humas Kerjasama
    Polda Sumut Bidik Potensi Kebocoran PAD Kota Medan
    Polda Sumut Bidik Potensi Kebocoran PAD Kota Medan
    Tribratanews.web.id – Medan. Potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD)
    Polisi Temukan Akun Instagram yang Diduga Lakukan Penjualan Gadis di Jawa Timur
    Polisi Temukan Akun Instagram yang Diduga Lakukan Penjualan Gadis di Jawa Timur
    Tribratanews.polri.go.id. – Surabaya. Tim Siber Polrestabes Surabaya berhasil temukan
    Tidak Ada Arti Keberhasilan Bila Mengoyak Soliditas TNI-Polri
    Tidak Ada Arti Keberhasilan Bila Mengoyak Soliditas TNI-Polri
    Seperti dilansir dari Berita Militer – Kapolda

    Top